DS Busuit - Premium Business Template for Joomla!

KOMPLEKS MAKAM GALETTO PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Thursday, 29 September 2011 11:50

Kompleks Makam ini berada dalam wilayah Desa Tamangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, berjarak sekitar 100 meter dari pantai. Situs ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki menyusuri sepanjang pantai. Kompleks makam tersebut telah dipugar oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar seluas 50 x 30 meter dengan status tanah milik pribadi/masyarakat. Di dalam kompleks ini selain makam-makam kuno juga terdapat makam baru.

Mengenai bentuk makam yang berdenah empat persegi panjang dengan arah bujur utara-selatan memberikan indikasi bahwa makam ini adalah makam Islam. Kondisi fisik makam kuno sebahagian telah rusak, yang utuh hanya empat buah. Tokoh utama yang dimakamkan adalah Sanggang Pabbicara Butta dan Gau. Kedua makam ini sekalipun nisannya berbentuk hulu keris dan gada bermahkota, demikian pula nisan pipih dalam bentuk trisula masih menampilkan ciri-ciri kekunoan, namun jiratnya telah mengalami pemugaran dalam bentuk pemberian tegak keramik.

Memperhatikan bentuk-bentuk bangunan makam, rupanya makam ini menampilkan tehnik pembuatan seperti pada bangunan makam lainnya di daerah Tinambung, yaitu berupa jirat makam yang dibentuk dari balok-balok batu yang dipahat membentuk sebuah bangunan berundak 2 sampai 4 dan pada undakan teratas dipercantik dengan gunungan. Bentuk lainnya berupa pemakaian batu monolot tanpa gunungan.

Ukuran makam di kompleks inipun bervariasi ada yang besar, dan ada yang kecil.

  • Yang besar berukuran :

Tinggi = 207 cm
Lebar = 94 cm
Panjang = 115 cm

  • Yang kecil berukuran :

Tinggi = 160 cm
Lebar = 71 cm
Panjang = 85 cm

Nisan merupakan komponen pokok dan selalu bisa dijumpai pada setiap makam di kompleks ini. Nisannya terdiri dari nisan gada bermahkota, nisan hulu keris dan nisan pipih. Untuk memberi nuansa keindahan maka ditampilkan berbagai bentuk ragam hias, dengan cara mengukur batu makam sehingga menyerupai lukisan timbul. Penempatan ragam hias floraistis dan geometris serta bentuk pilin pada umumnya mengambil tempat pada bidang jirat makam, sedangkan ragam hias medallion dan inskripsi yang berisi kalimat Allah dan Muhammad dalam bentuk yang disamarkan menempati gunungan dan nisan makam. Lebih khusus lagi pemberian hiasan dekoratif ini hanya ditemukan pada bangunan makam yang besar dan berundak sedangkan pada jirat makam monolit tidak diberi hiasan sama sekali. Keseluruhan bahan pembuatan bangunan makam adalah batu karang.