| KOMPLEKS MAKAM TUAN LANGNGARANG |
|
|
|
| Written by Webmaster |
| Thursday, 29 September 2011 11:47 |
|
Situs ini berada di Desa Samasundu, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, berjarak sekitar 3 km dari ibukota Kecamatan Tinambung. Letak situs dari jalan desa yang sudah diaspal berjarak sekitar 150 meter ke arah selatan dan harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak di belakang rumah penduduk. Lingkungan situs terletak pada sebuah lahan yang berbatasan dengan pemukiman penduduk di sebelah utara, sebelah barat dengan kebun pisang, sebelah selatan dan timur dengan kebun pisang dan kelapa, pada ketinggian sekitar 40 meter dari permukaan laut. Keseluruhan makam di situs itu berjumlah empat buah dengan rincian tiga berukuran besar, dan satu berukuran kecil berada dalam sebuah rumah atau cungkup dengan dinding tembok dan atap seng. Kondisi fisik sebenarnya cukup terawat karena oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar telah ditempatkan seorang juru pemelihara (PNS), namun karena ulah kelompok oknum yang mengaku keluarga tokoh yang dimakamkan memberikan cat perak seluruh komponen makam sehingga nampak makam tidak asli. Tokoh utama yang dimakamkan adalah Tuan Langngarang. Beliau selain seorang putra bangsawan yang sangat berjiwa sosial dikenal pula sebagai muballig atau penganjur agama Islam di daerah Mandar yang memiliki sejumlah kesaktian. Menurut informasi, konon sewaktu akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci, kendaraan yang ditumpangi bukanlah kapal atau perahu melainkan lopi-lopi kelapa (anjoro), di samping kesaktian lainnya yang dapat mendatangkan hujan dengan doanya sehingga Beliau juga dianggap sebagai Wali Allah. Makam lainnya adalah Makam Puang di Pangale, Puang ri Camba, dan Makam anaknya Puang di Pangale. Menilik bentuk bangunan makam khususnya jirat atau kijing makam, nampak dibuat dengan cara memahat sedemikian rupa sebuah batu monolit (peti batu) yang akhirnya terbentuk sebuah bangunan berundak lengkap dengan gunungan yang terletak pada kaki dan kepala jirat dan di atas atau di tengah jirat ditancapkan nisan bentuk gada bermahkota maupun nisan pipih menyerupai trisula. Nisan bentuk gada bermahkota adalah nisan yang bentuk dasarnya bulat (bundar) dan pada bagian kepala dibentuk sedemikian rupa menyerupai mahkota ataupun kopiah, sedang bagian dasarnya dipahat membentuk bunga teratai (lotus) dan pada bagian badan nisan dipahat membentuk bidang-bidang. Nisan bentuk pipih adalah nisan yang bentuk dasarnya tipis dan pada puncak dibuat meruncing menyerupai mata tombak. Hal yang menarik dari bangunan makam di kompleks ini adalah bahwa bangunan makam seakan-akan tidak dibuat langsung di lokasi tersebut namun dibuat di tempat lain kemudian dipindahkan di tempatnya sekarang. Asumsi ini didasarkan pada kedudukan jirat atau kijing makam yang tidak menyatu dengan tanah disekelilingnya bahkan dasarnya ditopang sejumlah batu karang. Bahkan bahan baku pembuatan makam ini seluruhnya dari batu karang. Ukuran makam sebagai berikut :
|